• Minggu, 29 Januari 2023

Kenapa Babi Diharamkan?

- Rabu, 8 Desember 2021 | 16:02 WIB
Babi di peternakan (Matt Barnard)
Babi di peternakan (Matt Barnard)

BERSHALAWAT.COM - Pernahkah terbersit sebuah pertanyaan dalam benak kita, "kenapa babi diharamkan untuk dimakan?"

Lalu jawaban apa yang bersifat mutlak yang bisa kita berikan kepada non muslim yang mempertanyakan hal tersebut?

Konon ketika Syeikh Muhammad Abduh berkunjung ke Prancis. ada sekelompok mahasiswa bertanya kepadanya tentang alasan agama Islam mengharamkan babi. mereka berkata,  "Umat Islam mengatakan babi itu haram karena memakan sampah yang mengandung cacing pita, mikroba, dan bakteri-bakteri berbahaya lainnya. Sekarang, semua itu sudah hampir tidak ada lagi, karena peternakan babi sudah banyak yang modern. Kebersihannya terjamin, bahkan dengan proses sterilisasi yang yang canggih. lalu, bagaimana mungkin babi-babi itu terjangkit cacing pita atau bakteri dan mikroba lainnya yang berbahaya?"

Baca Juga: Rasa Malu kepada Allah

Pemikiran dan logika tersebut kemungkinan menjadi alasan atas penyimpangan oknum umat Islam yang mengakui bahkan mengajak untuk mengonsumsi daging babi. Ini tentu harus diluruskan agar tidak menjadi isu liar yang menyesatkan dan mencederai umat Islam.

Lalu apa jawaban atas pertanyaan mengapa babi itu diharamkan?

Pertama, jelas bahwa keharaman babi menjadi ujian ketaatan seorang Muslim kepada Allah ﷻ sang penguasa Alam semesta yang telah menciptakan kita manusia sebagaimana firman-Nya:

اِنَّا خَلَقْنَا الْاِنْسَانَ مِنْ نُّطْفَةٍ اَمْشَاجٍۖ نَّبْتَلِيْهِ فَجَعَلْنٰهُ سَمِيْعًاۢ بَصِيْرًا

Artinya, “Sungguh, Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur yang Kami hendak mengujinya (dengan perintah dan larangan), karena itu Kami jadikan dia mendengar dan melihat”. (QS. Al-Insan: 2)

Halaman:

Editor: Shafira Hanifa

Tags

Terkini

X