• Rabu, 17 Agustus 2022

Pasca Insiden Penembakan Masal, Hasil Survei Sebut 76 Persen Warga New York AS Jadi 'Paranoid'

- Kamis, 9 Juni 2022 | 07:10 WIB
Ilustrasi penembakan. Sebuah penyerangan penembakan di Gereja Katolik Nigeria saat Misa Kudus Minggu 5 Juni 2022 menewaskan sedikitnya 50 orang. Sampai saat ini belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas penyerangan tersebut.
Ilustrasi penembakan. Sebuah penyerangan penembakan di Gereja Katolik Nigeria saat Misa Kudus Minggu 5 Juni 2022 menewaskan sedikitnya 50 orang. Sampai saat ini belum ada kelompok yang mengklaim bertanggung jawab atas penyerangan tersebut.

BERSHALAWAT.COM - Survei terkait kekhawatiran warga New York menjadi korban tindak kejahatan disertai kekerasan yang belakangan ini terjadi, dirilis Spectrum News NY1 dan Siena College.

Sebanyak 76 persen warga kota terpadat di Amerika Serikat itu sangat khawatir atau cukup khawatir, menjadi korban tindak kejahatan yang disertai kekerasan, demikian yang diungkap dalam survei yang dirilis pada Selasa, 7 Juni 2022.

Dimulai sejak 22 Mei hingga 1 Juni 2022, survei tersebut melibatkan 1.000 warga Kota New York.

Baca Juga: 6 Tersangka Penipuan Investasi Alkes Fiktif Ditangkap Polisi, Polres Jakbar: Rugikan Hingga Rp65 Miliar

Dalam temuan survei tersebut, menyebut jika dibandingkan dengan sebelum pandemi Covid-19, tujuh dari 10 warga New York mengungkapkan saat ini mereka merasa kurang aman.

Dikutip Bershalawat.com dari berita Pikiran Rakyat.com berjudul "Buntut Insiden Penembakan Massal Beruntun di AS, 76 Persen Warga New York Khawatir Jadi Korban Kekerasan".

"Sementara dua pertiga orang dewasa khawatir menjadi korban tindak kejahatan. Sebanyak lebih dari delapan dari 10 warga kulit putih di New York menyatakan khawatir, 45 persen di antaranya sangat khawatir," kata Direktur Siena College Research Institute, Dr Don Levy, dikutip Pikiran-rakyat.com dari Antaranews.

Baca Juga: 4 Makna dan Manfaat Pakaian Ihram, Pakaian Khusus Naik Haji dan Umroh

Buntut rasa kekhawatiran itu, menurut dia separuh warga New York merubah rutinitas harian mereka agar merasa lebih aman.

Halaman:

Editor: Taupik Lubis

Sumber: Pikiran Rakyat

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X