• Minggu, 29 Januari 2023

Studi: Kemampuan Literasi di Kelas 3 Sekolah Dasar di Indonesia Masih Mengkhawatirkan

- Rabu, 7 Desember 2022 | 10:33 WIB
Siswa SD N 02 di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, sedang membaca buku di waktu senggang sebagai implementasi literasi di sekolah. (FOTO ANTARA/dok).
Siswa SD N 02 di Kabupaten Sarolangun, Provinsi Jambi, sedang membaca buku di waktu senggang sebagai implementasi literasi di sekolah. (FOTO ANTARA/dok).

BERSHALAWAT.COM - 45 persen siswa kelas 3 Sekolah Dasar di Indonesia belum mampu memenuhi kemampuan minimal literasi.

Fakta mengkhawatirkan tersebut berdasarkan hasil studi dari program kemitraan antara pemerintah Australia dan Indonesia, INOVASI.

Hal itu diungkap Direktur Program INOVASI Mark Heyward dalam acara Temu Inovasi ke-14 yang diikuti secara daring, di Jakarta, Selasa 6 Desember 2022.

“Kelas 3 SD hampir 50 persen dari sampel kami yang cukup besar tidak menguasai minimal literasi. Maknanya, mereka di kelas 3 namun belum mandiri untuk baca dan tulis," katanya dilansir Bershalawat.com dari Antaranews.com.

Baca Juga: Imam Nawawi Ajarkan Surat yang Sunnah Dibaca Setiap Hari, Ada Surat Apa Saja? Simak Disini!

Ia menyampaikan bahwa studi mengenai kesenjangan pembelajaran pada siswa di Indonesia menggunakan standar internasional tingkat kompetensi minimal berdasarkan global proficiency framework yang ditentukan oleh beberapa negara melalui UNESCO.

Berdasarkan standar tersebut, kata dia, seharusnya siswa yang berada pada kelas 3 SD sudah dapat membaca teks sederhana secara mandiri sesuai dengan usianya.

Mereka mampu menemukan informasi yang dinyatakan secara eksplisit dan memberikan kesimpulan/interpretasi sederhana dari ide kunci dalam sebuah teks, serta dapat menuliskan kata dan tanda baca dasar yang tepat saat dikte.

Namun, pada studi yang dilakukan INOVASI kepada sebanyak 18.370 siswa kelas 1-3 di 612 SD dan Madrasah Ibtidaiyah (MI) negeri dan swasta yang tersebar di 20 kabupaten/kota di Indonesia pada April-Mei 2021, sebanyak 37 persen siswa kelas 3 SD masih berada di level 2 dan 8 persen berada di level 1.

Halaman:

Editor: Taupik Lubis

Sumber: ANTARA

Tags

Artikel Terkait

Terkini

X