BERSHALAWAT.COM - Berikut Tafsir Tahlili Surat Al Baqarah ayat 74 berdasarkan tafsir Al Quran Kementerian Agama Republik Indonesia.
ثُمَّ قَسَتْ قُلُوْبُكُمْ مِّنْۢ بَعْدِ ذٰلِكَ فَهِيَ كَالْحِجَارَةِ اَوْ اَشَدُّ قَسْوَةً ۗ وَاِنَّ مِنَ الْحِجَارَةِ لَمَا يَتَفَجَّرُ مِنْهُ الْاَنْهٰرُ ۗ وَاِنَّ مِنْهَا لَمَا يَشَّقَّقُ فَيَخْرُجُ مِنْهُ الْمَاۤءُ ۗوَاِنَّ مِنْهَا لَمَا يَهْبِطُ مِنْ خَشْيَةِ اللّٰهِ ۗوَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا تَعْمَلُوْنَ ٧٤
Artinya,"Setelah itu, hatimu menjadi keras sehingga ia (hatimu) seperti batu, bahkan lebih keras. Padahal, dari batu-batu itu pasti ada sungai-sungai yang (airnya) memancar. Ada pula yang terbelah, lalu keluarlah mata air darinya, dan ada lagi yang meluncur jatuh karena takut kepada Allah. Allah tidaklah lengah terhadap apa yang kamu kerjakan".
Dalam ayat ini diungkapkan watak orang-orang Yahudi. Sesudah mereka diberi petunjuk ke jalan yang benar dan sudah pula memahami kebenaran, hati mereka keras membatu bahkan lebih keras lagi.
Baca Juga: Apa Itu Metode Tafsir Tahlili? Simak Tuntas Artikel Ini, Semakin Cinta Al Quran!
Allah mengumpamakan hati orang Yahudi itu dengan batu yang dalam istilah geologi digunakan untuk menyebut segala macam benda yang merupakan spesies dari karang, atau materi seperti karang yang bersifat keras, untuk menunjukkan kekerasan hati mereka untuk menerima petunjuk Allah. Bahkan mungkin lebih keras lagi.
Walaupun batu itu keras, tetapi pada suatu saat dan oleh suatu sebab dapat terbelah atau retak.
Dari batu yang retak itu memancarlah air, dan kemudian berkumpul menjadi anak-anak sungai.
Kadang-kadang batu-batu itu jatuh dari gunung karena patuh kepada kekuasaan Allah. Demikianlah halnya hati orang Yahudi lebih keras dari batu bagaikan tak mengenal retak sedikit pun.
Baca Juga: Hukum Umrah Adalah Sunnah, Simak Informasi Seputar Umrah Disini!
Hati mereka tidak terpengaruh oleh ajaran-ajaran agama ataupun nasihat-nasihat yang biasanya dapat menembus hati manusia.
Namun demikian, di antara hati yang keras membatu itu terdapat hati yang disinari iman, sehingga hati itu berubah dari keras menjadi lembut karena takut kepada Allah.
Yang demikian itu banyak disaksikan dalam kehidupan sehari-hari. Hati yang tadinya biasa membangkang menentang agama akhirnya menjadi lembut, orang yang biasanya berbuat maksiat menjadi orang yang taat berkat petunjuk Allah.
وَاِنَّ مِنْ اَهْلِ الْكِتٰبِ لَمَنْ يُّؤْمِنُ بِاللّٰهِ وَمَآ اُنْزِلَ اِلَيْكُمْ وَمَآ اُنْزِلَ اِلَيْهِمْ خٰشِعِيْنَ لِلّٰهِ ۙ لَا يَشْتَرُوْنَ بِاٰيٰتِ اللّٰهِ ثَمَنًا قَلِيْلًا ۗ اُولٰۤىِٕكَ لَهُمْ اَجْرُهُمْ عِنْدَ رَبِّهِمْ ۗ اِنَّ اللّٰهَ سَرِيْعُ الْحِسَابِ
Artikel Terkait
Tafsir Tahlili Surat Al Baqarah Ayat 55-56: Bani Israil Disambar Petir Karena Keinginan Untuk Melihat Allah
Tafsir Tahlili Surat Al Baqarah Ayat 57: Penjelasan Manna dan Salwa, Nikmat Allah Bagi Bani Israil
Tafsir Tahlili surat Al Baqarah Ayat 58-59: Kesombongan Bani Israil Kepada Allah
Tafsir Tahlili Surat Al Baqarah Ayat 60: Mukjizat Nabi Musa Mengeluarkan Air dari Batu
Tafsir Tahlili surat Al Baqarah ayat 61: Bani Israil Bosan dengan Makanan Pemberian Allah
Tafsir Tahlili Surat Al Baqarah Ayat 62: Setiap Ummat Mengikuti Syariat Nabinya
Tafsir Tahlili Surat Al Baqarah Ayat 63-64: Perintah Allah Agar Bani Israil Berpegang Pada Kitab Taurat
Tafsir Tahlili Surat Al Baqarah Ayat 65-66: Bani Israil Dikutuk Allah Jadi Kera
Tafsir Tahlili Surat Al Baqarah Ayat 67-71: Perintah Allah Kepada Bani Israil Untuk Menyembelih Sapi
Tafsir Tahlili Surat Al Baqarah Ayat 72-73: Pengungkapan Kasus Pembunuhan di Kalangan Bani Israil